Kisah Mengharukan 2 Saudara Kembar

19 Aug

Ada dua orang anak kembar identik yang baru dilahirkan. Pada saat kedua anak mulai balita, sang ayah dan ibu meninggal karena kecelakaan. Kedua anak tersebut dititipkan dan akhirnya diadopsi oleh dua keluarga yang berlatar belakang berbeda.

Sang kakak diadopsi oleh keluarga yang baik, sedangkan sang adik diadopsi oleh keluarga yang tidak baik. Sang kakak menerima didikan dan kasih sayang dari keluarga tersebut. Sedangkan sang adik selalu dimarahi, dipukul, tidak diberi makan. Hal ini membuat kedua kakak beradik tersebut mengalami karakter yang berbeda jauh.

Sang kakak mendapatkan rangking, menjadi ketua OSIS, mendapatkan beasiswa, dan mempunyai banyak teman. Hal tersebut membuat keluarga yang mengadopsinya bangga. Sang adik sering bermasalah dengan sekolahnya, teman-temannya membenci dia, serta nilai sekolah hancur. Keluarga yang mengadopsinya sangat tidak mempedulikan ia.

Seiring dengan waktu, sang kakak menjadi seorang yang berpendidikan tinggi, dan mengambil sekolah hukum dan menyelesaikannya sampai tamat S3, sang adik menjadi bandar narkoba terbesar, sering bermain perempuan, menggunakan obat-obatan, ketua perdagangan gelap serta sering melakukan pembunuhan.

Dengan pendidikan dan kehormatan yang dipunyai sang kakak, ia berhasil menjadi hakim dalam perkara-perkara yang besar. Ia mempunyai otoritas dalam negara tersebut dan semua orang menghormatinya. Berlainan dengan adiknya, adiknya merupakan buronan yang paling diincar pada saat itu. Dan suatu saat, sang adik tertangkap. Karena kejahatan yang dibuatnya, ia harus masuk kedalam sidang perkara yang besar. Sang kakak yang menjadi hakim dalam perkara tersebut kaget. Pada saat sang adik diadili, sang kakak ingin sekali berteriak,” BEBAS!” Hatinya sangat terpukul mengetahui tindakan sodaranya sendiri. Tetapi sang kakak tidak bisa membiarkan hal tersebut, kesalahan tetap kesalahan, apapun kondisinya.

Sang adik akhirnya dijatuhi hukuman mati. Kakaknya merasa sangat sedih pada saat menjatuhkan hukuman tersebut.

Kemudian tibalah hari hukuman tersebut. Sang kakak mendatangi sang adik untuk menanyakan keadaannya. Sang adik menangis pada saat kakaknya datang dan berkata,” Kakak, maafkan aku. Aku menjadi seorang yang gagal, andai aku bisa mengulang hidupku lagi.” Sang kakak merasa kasihan, lalu dilepasnya lah baju yang ia kenakan. Ia berkata kepada sang adik, “Lepaskan bajumu! Kita bertukar baju sekarang!” Sang adik yang mengetahui niat kakaknya tidak mau menerimanya. Tetapi sang kakak memaksa, dan sang adikpun menangis.

Sang kakak berkata,”Dik, janganlah kau pernah kembali ke jalan yang pernah kau lalui sebelumnya. Sebab mungkin tidak akan ada kesempatan yang ke dua kalinya seperti ini. Setelah kau keluar dari sini, kau adalah orang yang terhormat!” Setelah mereka berganti baju, didorongnya keluar sang adik dari dalam sel tersebut. Dan akhirnya sang kakak menggantikan sang adik menerima hukuman mati tersebut.

Sang adik selalu teringat pesan sang kakak pada saat ia mendengar suara tembakan. Suara yang mengakhiri hidup kakaknya sebagai pengganti hidupnya.

Sejak saat itu sang adik berjanji akan menjalani hidup yang lebih baik, lebih berharga dan sesuai dengan jalan yang Tuhan kehendaki. Ia meninggalkan masa lalunya yang kelam dan terlahir kembali sebagai orang yang baru, sebagai penghormatan kepada sang kakak yang rela mati demi dirinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: